Postingan

Menghitung Volume dan Biaya Bata Ringan

Gambar
Cara menghitung Volume dan Biaya Bata Ringan Cara menghitung volume Bata Ringan : Bata ringan biasanya di jual dalam satuan M3 Tebal bata ringan bermacam-macam,tapi biasanya 7,5cm dan 10cm Untuk ukuran tebal 7,5 cm tinggi 20 cm panjang 60 cm 1M3 =1/(Volume Bata Ringan) 1M3 = 1/(0.075x0.2x0.6)  1M3 = 1/(0.009) =  111,11 buah (Dibulatkan 111 Buah) Jika harga per m3 misalnya Rp 850.000,- maka harga perbijinya = 850.000/111= Rp 7.658,- Kebutuhan per-M2 1M2 = 1/(Luas Bata Ringan) 1M2 = 1/(0.2x0.6) 1M2 = 1/(0.12) =  8,33 buah maka  biaya per-M2  = 8,33 x Rp 7.658,- =  Rp 63.791,- Luas dinding yang dapat dihasilkan adalah : 111 /8,33 = 13,33 M2 Untuk ukuran tebal 10 cm tinggi 20 cm panjang 60 cm 1M3 = 1/(Volume Bata Ringan) 1M3 = 1/(0.1x0.2x0.6)  1M3 = 1/(0.012) =  83,33 buah (Dibulatkan 83 Buah ) Jika harga per M3 misalnya Rp 850.000,- maka harga perbijinya = 850.000/83  = Rp 10.241,- Kebutuhan per-M2 ...

Sejarah Bata Ringan

Gambar
SINAR JAYA ABADI BATU BATA RINGAN Jenis-jenis Batu Bata Ringan Bata Ringan dikenal ada 2 jenis :Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC).Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara kedalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dan CLC dari proses pengeringannya yaitu AAC mengalami proses pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan bata ringan CLC mengalami proses pengeringan secara alami.CLC sering juga disebut Non-Autoclaved Aerated Concrete. SEJARAH BATA RINGAN Bata ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 seagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan.Bata ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943.Di Indonesia sendiri bata ringan mulai dikenal sejak tahun 1995,saat didirikannya Pabrikasi AAC di Karawang,Jawa Barat. Bata Ringan AAC ...